Mendidik Anak dalam Belajar Memaafkan
Sebagai seorang ibu,
seringkali Bunda melihat si Kecil bermain dan kemudian terlibat
perkelahian dengan temannya karena berebut mainan. Terutama bila ia
telah berusia 5 tahun dan memiliki banyak teman serta kemauan.
Bila
begitu, Bunda pasti ingin si Kecil bisa cepat berbaikan dengan temannya
dan kembali bermain seperti sedia kala. Namun ada kala si Kecil menolak
bermain lagi dengan temannya dan memillih bermain sendiri, meskipun
temannya sudah menyodorkan tangan untuk minta maaf. Nah, di sinilah
peran Bunda dalam mendidik anak mulai diuji.
Marah dan kesal bisa
terjadi pada siapa pun, termasuk juga pada seorang anak kecil.
Kemarahan karena dipukul teman, berebut mainan, atau jatuh karena
didorong saat bermain adalah hal yang biasa. Yang harus dipikirkan Bunda
adalah apakah si Kecil bisa memaafkan temannya itu. Bukan apa-apa,
memaafkan jauh lebih sulit ketimbang minta maaf.
Meskipun anak
memiliki egosentris yang lumayan tinggi dan masih sulit mengelola
amarahnya, mereka sebenarnya dilahirkan dengan naluri untuk memberi maaf
lebih besar ketimbang orang dewasa. Ini terjadi karena konflik yang dia
alami lebih sederhana. Selain itu seorang anak juga masih bisa diajak
untuk memahami emosi dan emosi orang lain sehingga proses memaafkan jadi
lebih mudah.
Cara mendidik anak untuk memiliki Kemampuan
memahami emosi sendiri dan orang lain ini bisa diasah sedini mungkin
oleh Bunda, bahkan saat si Kecil masih berusia di bawah lima tahun.
Berikut beberapa tips yang mungkin bisa Bunda lakukan dalam cara
mendidik anak yang baik untuk mengajarkan si Kecil agar mudah memaafkan
orang lain:
Berikan si Kecil Contoh Cara Memaafkan
Proses
memaafkan akan lebih mudah dilakukan si Kecil bila dia mempunyai contoh
langsung dari orang tuanya. Bunda jangan ragu membiasakan diri meminta
maaf bila melakukan hal yang tidak disukai si Kecil. Sehingga si Kecil
juga tidak sungkan untuk meminta maaf bila melakukan kesalahan.
Selain
kata, “Ya, saya maafkan” si Kecil juga harus diajari bahwa bahasa tubuh
seperti berjabat tangan, atau memeluk juga termasuk cara untuk
memaafkan.
Bunda harus memastikan permintaan maaf juga bersamaan
dengan rasa menyesal, jangan sampai permintaan maaf bisa digunakan untuk
mengulangi kesalahan yang sama.
Belajar Menyalurkan Kemarahan
Beberapa
anak cenderung untuk tertutup dan menolak untuk menyalurkan
kemarahannya, sehingga proses memaafkan jadi sulit. Bila si Kecil
bertipe seperti ini, Bunda harus mengajari bagaimana menyalurkan
kemarahannya. Misalnya dengan mengambar, menulis, atau bicara langsung
pada orang yang membuatnya marah. Bila dada si Kecil plong, maka akan
mudah memaafkan.
Belajar Bersikap Jujur
Tanamkan
sikap jujur pada si Kecil sedini mungkin. Cara mendidik anak dengan baik
seperti ini akan membuat si Kecil dengan jujur akan berani untuk
berterus terang, terutama pada orang yang membuatnya sakit hati.
Misalnya berkata pada temannya, “Kamu jangan dorong-dorong aku lagi.
Kalau aku jatuh nanti luka lagi.”

Sangat Edukatif
BalasHapus